November 17, 2020 By healthcrunch.us 0

Tata Metode, Doa serta 10 Perkataan Aqiqah buat Anak

Aqiqah ialah ibadah yang dicoba umat Muslim bagaikan bentuk syukur kepada Allah SWT atas kelahiran anak. Aqiqah dilambangkan dengan penyembelihan hewan ternak serta dibagikan kepada orang sebelah, saudara, dan orang- orang terdekat.

Ustaz Adi Hidayat Lc, MA berkata kalau aqiqah terpaut dengan 2 perihal. Awal, wujud syukur kita kepada Allah SWT sebab diberi anak.

” Serta permohonan doa kepada Allah dengan ikhtiar meminta mudah- mudahan sifat- sifat hewani anak dipotong lebih dini, sehingga gampang ditunjukan di masa yang hendak tiba,” katanya dilansir dari YouTube Hamba Allah.

Hukum aqiqah

Aqiqah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW ini hukum melaksanakannya cocok dengan komentar kebanyakan ulama semacam Imam Malik, Imam Syafii, serta Imam Ahmad merupakan sunah muakkad ataupun diutamakan untuk orang yang sanggup. Dengan begitu, orang sanggup diajarkan buat bisa melaksanakannya cocok waktu yang sudah diresmikan.

Sedangkan sebagian ulama semacam Imam Laits serta Hasan Al- Bashri berkomentar kalau hukum aqiqah merupakan harus dilaksanakan. Tetapi komentar mereka dikira sangat lemah serta ditolak oleh sebagian besar ulama, Ibu paket aqiqah jakarta timur .

Ustaz Buya Yahya juga berkata kalau hukum aqiqah tidak harus, tetapi sunah muakkad. Ibadah ini disunahkan kepada bapak ataupun wali orang tua buat anaknya.

” Beban aqiqah itu sunah bukan kewajiban. Aqiqah itu disunahkan bersama ataupun dibarengi pencukuran rambut di umur anak 7 hari jika memiliki duit. Tetapi jangan maksain namanya pula sunah,” ucapnya, dilansir dari YouTube Angkatan laut(AL) Bahjah Televisi.

Tata metode aqiqah

1. Waktu pelaksanaan

Aqiqah dicoba pada hari ketujuh terhitung semenjak balita dilahirkan, Ibu. Misalnya balita lahir pada hari Sabtu, hingga walinya disunahkan aqiqah pada Jumat minggu depan.

Tetapi sunah aqiqah ini tidak lenyap walaupun telah melalui dari 7 hari awal semenjak balita dilahirkan. Bagi komentar ulama Hambali, bila aqiqah tidak dapat dilaksanakan pada hari ke 7, hingga bisa dilaksanakan pada hari ke- 14 serta ke- 21

” Aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, ke- 14, ataupun ke- 21.”( Hadis riwayat Baihaqi serta Thabrani)

Tetapi ulama Syafii berkata kalau aqiqah bisa dikerjakan kapanpun, asal anak masih belum merambah masa balig. Bila anak telah merambah masa tersebut, hingga tanggung jawab aqiqah pada orang tua juga jadi gugur, serta anak bisa melaksanakannya buat diri sendiri.

” Jika anak telah balig, enggak lagi dibebankan ke orang tua. Kita boleh melaksanakannya( aqiqah buat diri sendiri), tumbangnya jadi sedekah,” ucap Ustaz Buya Yahya.

2. Ketentuan hewan buat aqiqah

Ketentuan hewan aqiqah untuk anak wanita serta pria mempunyai perbandingan, Ibu. Bila sanggup, hewan yang disembelih buat aqiqah anak pria berjumlah 2 ekor. Sebaliknya untuk anak wanita, lumayan satu ekor saja.

Tetapi bila orang tua balita pria cuma sanggup satu ekor, hingga perihal tersebut juga tidak permasalahan. Tidak hanya itu, hewan ternak yang diseleksi umumnya kambing ataupun domba. Syaratnya sama dengan hewan qurban, ialah sudah berumur 2 tahun, sehat, serta tidak cacat.

3. Mencukur rambut serta pemberian nama

Dalam proses aqiqah pula dicoba pemberian nama sembari mencukur rambut anak, Ibu. Perihal ini jadi anjuran serta diucap dalam hadist Rasulullah SAW,” Tiap anak tergadaikan dengan aqiqah. Sembelih aqiqahnya pada hari ketujuh kemudian cukur rambut dan bagikan nama.”

Sedangkan itu, doa dikala mencukur rambut balita dikala aqiqah, ialah:

” Bismillahirohmanirrohiim alhamdulillahirobbil aalamiin allahuma nurussamawati wanurussyamsi walqomari allahuma syirullahi nurunnubuwati rosulallahi salallahu alaihi wasalama walhamdu lillahi robbil alamin.”

Maksudnya: Dengan menyebut nama Allah Yang maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Seluruh puji untuk Allah, Tuhan semesta alam. Ya Allah, sinar langit, matahari serta bulan. Ya Allah, rahasia Allah, sinar kenabian Rasulullah SAW serta seluruh puji untuk Allah, Tuhan semesta alam.

Ada pula tata metode mencukur wajib diawali dari sebelah kanan ke kiri, serta rambut balita dicukur seluruh( gundul). Sehabis itu, membagikan nama balita serta berilah nama yang baik buat buah hati. Ini cocok sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

” Sebetulnya kamu pada hari kiamat hendak terpanggil dengan nama- nama kamu serta nama- nama ayah kamu, hingga baguskanlah namamu.”( HR Muslim)

4. Menyembelih hewan aqiqah

Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:” Sebetulnya Allah sudah mengharuskan metode yang baik kepada masing- masing seluruh suatu. Hingga apabila kalian menewaskan, hendaklah menewaskan dengan metode yang baik serta bila kalian menyembelih, hendaklah menyembelih dengan metode yang baik serta hendaklah dia mempermudah( kematian) fauna yang disembelihnya.”( HR Muslim).

Sedangkan itu, doa yang dibaca dikala menyembelih hewan aqiqah, ialah:

” Bismillah wallahu Akbar. Allahumma minka wa laka. Allahuma taqabbal minni. Hadzihi aqiqatu…( sebutkan nama balita).”

Maksudnya: Dengan menyebut nama Allah. Allah Maha Besar. Ya Allah, dari serta untuk- Mu. Ya Allah, terimalah dari kami. Inilah aqiqahnya…( nama balita)

5. Teks doa buat balita yang diaqiqah

Sedangkan itu, teks doa buat anak yang diaqiqah:

” Uiidzuka bi kalimaatillaahit min kulli syaitooni wa haammah. Wa min kulli ainin laammah.”

Maksudnya: Aku proteksi engkau, wahai balita, dengan kalimat Allah yang prima, dari masing- masing godaan syaitan, dan masing- masing pemikiran yang penuh kebencian.

Ada pula doa lain dalam aqiqah ataupun doa walimatul aqiqah yang umumnya dibacakan, ialah:

” Ahummahfadzhu min syarril jinni wal insi wa ummish shibyâni wa min jamîis sayyiâti wal ishyâni wahrishu bihadlânatika wa kafâlatika al- mahmûdati wa bidawâmi inâyatika wa riâyatika an- nafîdzati nuqaddimu bihâ alal qiyâmi bimâ kalaftanâ min huqûqi rububiyyâtika al- karîmati nadabtanâ ilaihi fîmâ bainanâ wa baina khalqika min makârimil akhlâqi wa athyabu mâ fadldlaltanâ minal arzâqi. Allâhummajalnâ wa iyyâhum min ahlil ilmi wa ahlil khairi wa ahlil qur`âni wa lâ tajalnâ wa iyyâhum min ahlisy syarri wadl dloiri wadz dzolami wath thughyâni.”

Maksudnya: Ya Allah, jagalah ia( balita) dari kejelekan jin, manusia ummu shibyan, dan indikasi kejelekan serta maksiat. Jagalah ia dengan penjagaan serta tanggungan- Mu yang terpuji, dengan perawatan serta perlindungan- Mu yang lestari. Dengan perihal tersebut, saya sanggup melakukan apa yang Kau bebankan padaku, dari hak- hak ketuhanan yang mulia. Hiasi ia dengan apa yang terdapat di antara kami serta makhluk- Mu, ialah akhlak mulia serta anugerah yang sangat indah. Ya Allah, peruntukan kami serta mereka bagaikan pakar ilmu, kebaikan, serta Al- Quran. Jangan peruntukan kami serta mereka bagaikan pakar kejelekan, keburukan, aniaya, serta tercela.”

6. Makan serta memberikan hewan aqiqah

Sehabis tata metode itu dicoba, terakhir merupakan makan bersama ataupun memberikan daging aqiqah. Daging aqiqah yang diberikan wajib dalam kondisi matang, bukan mentah semacam daging qurban.