November 16, 2020 By healthcrunch.us 0

Tata Metode Menggelar Aqiqah yang Disunahkan

Aqiqah, wujud rasa syukur atas kelahiran Sang Kecil buat menemukan berkah. Gimana tata metode penerapannya?

Kelahiran Si

Kecil pasti bawa kebahagiaan, ya, Moms. 9 bulan di dalam isi, kesimpulannya dapat berjumpa buah hati.

Jauh hari saat sebelum hari lahir datang, terdapat baiknya Moms serta Dads mempersiapkan budget- nya. Bukan cuma buat bayaran kelahiran serta seluruh peralatan Sang Kecil, sebab terdapat budget pula yang dikeluarkan buat melaksanakan aqiqah.

Aqiqah bisa dimaksud bagaikan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran balita. Rasa syukur tersebut diwujudkan dengan memotong kambing serta dibagikan kepada kerabat, orang sebelah, serta mereka yang memerlukan. Aqiqah sering diidentikan semacam pemotongan hewan kurban dikala Idul Adha, tetapi pasti hasrat serta tata metode penerapannya ada perbandingan.

Berikut ini Tata Metode Aqiqah buat Bayi

Lekas pahami biar Moms dapat mempersiapkan waktu serta budget buat menggelar aqiqah buat Sang Kecil tercinta.

Aqiqah serta Hukumnya

Bersumber pada tafsir sebagian besar ulama yang dinilai sangat kokoh, aqiqah hukumnya merupakan sunnah muakad. Aqiqah jadi ibadah yang berarti serta diutamakan.

Apabila sanggup buat melaksanakannya, orangtua sangat diajarkan untuk

mengaqiqahi anaknya dikala masih balita aqiqah jakarta timur .

Tetapi pasti sebab bukan harus, hingga untuk yang tidak sanggup buat melaksanakannya juga aqiqah boleh ditinggalkan tanpa berdosa.

Diriwayatkan Al- Hasan dari Sammuroh rodhiyallahu anhu, kalau Rasulullah bersabda” Seluruh anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang disembelihkan pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, serta diberikan nama.”( HR Ahmad 20722, At- Turmudzi 1605 serta dinilai shahih oleh Al- Albani). Ini merupakan hadist yang sangat kokoh tentang disyariatkannya aqiqah.

Syariat buat melaksanakan aqiqah cuma bisa Moms temukan di hadist- hadist Nabi Muhammad SAW, serta tidak ditemukan di dalam ayat Angkatan laut(AL) Quran. Walaupun tidak terdapat Al- Quran, Ustadz Aris Munandar membagikan uraian kalau seseorang muslim tidak membeda- bedakan ketentuan dalam Angkatan laut(AL) Quran serta hadist sebab kita diperintahkan buat taat kepada Nabi SAW sebagaimana kita taat kepada Allah serta ayat- ayat Angkatan laut(AL) Quran.

” Aqiqah jadi satu perihal yang sangat familier serta tidak terpisahkan di tengah- tengah kehidupan beragama kalangan muslimin. Serta para ulama di masa salaf membenci serta tidak menggemari mereka yang dapat melaksanakan aqiqah tetapi meninggalkan syariat aqiqah,” ucap Ustadz Aris Munandar.

Waktu yang Pas Buat Aqiqah

Menilik dari hadist shahih tentang aqiqah di atas, waktu buat melaksanakan aqiqah pada Sang Kecil diajarkan pada hari ketujuh sehabis kelahirannya. Metode menghitung hari ketujuh merupakan dengan menyertakan hari kelahirannya. Misal, bila Sang Kecil lahir di hari Senin, hingga aqiqah bisa dicoba di hari Minggu selanjutnya.

Kemudian, gimana bila tidak dapat melakukan aqiqah pas pada hari ketujuh? Apakah dapat dihari yang lain? Dalam suatu hadist dikatakan,” Penyembelihan hewan aqiqah dapat hari yang ke- 7, hari ke- 14, ataupun hari ke- 21.” Hadist ini dikira bagaikan hadist yang shahih oleh sebagian ulama.

Tata metode aqiqah di hari ketujuh kelahiran memanglah bukan harga mati, ya, Moms. Hari ketujuh sehabis kelahiran dikira bagaikan dikala yang sangat afdol.” Bila tidak membolehkan dicoba pada hari tersebut sebab masih letih serta tidak pernah mengurusnya, aqiqah dapat dicoba di hari ke- 14 ataupun ke- 21. Bila masih tidak dapat pula, hingga aqiqah bisa dilaksanakan kapan saja.,” tambah Ustadz Aris Munandar.

Aqiqah bisa dicoba hingga terdapat keahlian, apalagi bila telah berusia sekalipun. Nabi SAW juga mengaqiqahi dirinya sendiri kala Dia sudah diutus jadi seseorang Nabi. Riwayat ini pula jadi dasar dibolehkannya seorang buat mengaqiqahi dirinya sendiri apabila ibu dan bapaknya belum mengaqiqahi kala kecil ataupun tidak mempunyai keahlian buat itu..

Tata Metode Aqiqah Anak Pria& Perempuan

Dikala telah meniatkan buat mengaqiqahi Sang Kecil, terdapat perihal yang butuh dicermati, paling utama buat jumlah kambing yang hendak disembelih. Dari hadist diriwayatkan,” Siapa dari kamu yang suka menyembelih atas kelahiran anak hingga lakukanlah, anak laki 2 ekor kambing yang lumayan ketentuan, anak perempuan dengan satu ekor”( HR Ahmad, Abu Dawun, An- Nasaa- i).

Sebetulnya tata metode penerapan aqiqah antara anak pria serta wanita sama saja. Perihal yang membedakannya cumalah pada jumlah hewan yang disembelih.

Pada anak pria wajib berjumlah 2 ekor kambing yang sekufu ataupun keduanya mirip( sama umurnya, sama jenisnya, sama ukurannya). Bila tidak sama persis, paling tidak mendekati. Sebaliknya, buat anak wanita jumlah hewan aqiqah cuma satu kambing saja.

Apakah boleh bila aqiqah tidak hanya hewan kambing? Dari sabda Nabi, sudah jelas kalau hewan aqiqah merupakan kambing, bukan hewan yang lain. Menjajaki sunnah nabi, hingga kambing merupakan salah satunya opsi.

Sehabis proses penyembelihan hewan aqiqah serta membagikannya ke sanak kerabat, orang sebelah, dan orang yang memerlukan, jangan kurang ingat buat mencukur rambut Sang Kecil serta membagikan nama yang baik sebagaimana sabda Nabi SAW.